Artis Model Ansy De Vries Dikenal Kritis Usai Menjadi Korban Pembacokan Begal

Jakarta – Kabar duka datang dari dunia hiburan tanah air. Ansy De Vries, seorang model cantik yang dikenal luas, dilaporkan dalam kondisi kritis setelah menjadi korban pembacokan oleh begal di kawasan pinggiran jalan tol Kebon Jeruk, Jakarta Barat, pada malam Sabtu, 16 Mei 2026. Saat ini, Ansy masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit akibat luka serius yang dideritanya, terutama di bagian kepala.
Aksi Begal yang Mengguncang Jakarta Barat
Insiden penyerangan ini terjadi pada malam hari di wilayah hukum Polsek Kebon Jeruk, ketika jalan mulai sepi. Ansy De Vries yang baru saja menyelesaikan sesi pemotretan di Jakarta Barat, menggunakan jasa ojek online untuk kembali ke rumah. Namun, di tengah perjalanan, kendaraan yang ditumpanginya tiba-tiba didekati oleh sekelompok pelaku tak dikenal yang mengendarai dua sepeda motor.
Pembacokan tersebut mengguncang masyarakat, terutama mengingat kejadian serupa yang sering terjadi di daerah tersebut. Dengan luka serius di kepala, kondisi Ansy menjadi perhatian publik setelah pesan singkat dari ibunya menyebar di media sosial. Pesan tersebut menyampaikan kabar bahwa Ansy masih bisa berkomunikasi dengan keluarganya meskipun dalam keadaan lemah.
Penyampaian Kondisi Ansy Melalui Pesan Keluarga
Dalam pesan tersebut, ibunda Ansy mengungkapkan bahwa putrinya sempat menghubungi mereka sebelum kehilangan kesadaran. Ansy mengaku merasakan pusing dan kliyengan sebelum akhirnya ambruk akibat kehilangan banyak darah. Kejadian ini menambah daftar panjang kasus kriminalitas jalanan yang marak terjadi di Jakarta Barat.
Kawasan Rawan Kriminalitas
Jakarta Barat dikenal sebagai salah satu daerah dengan tingkat kejahatan jalanan yang tinggi, termasuk aksi begal. Beberapa titik rawan yang sering dilaporkan antara lain:
- Kalideres
- Cengkareng
- Tambora
- Grogol Petamburan
- Kebon Jeruk
Model Ansy De Vries menjadi salah satu korban dari fenomena ini, yang semakin mengkhawatirkan di wilayah hukum Polsek Kebon Jeruk, terutama pada malam hari ketika jalanan sepi. Sebelumnya, juga pernah terjadi kasus pencurian kendaraan bermotor di ruas jalan tol Kebon Jeruk, di mana pemilik kendaraan kehilangan mobilnya saat terpaksa berhenti untuk buang air kecil di semak-semak.
Penelusuran Polisi Terkait Kasus Ini
Pihak kepolisian, melalui Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto, mengungkapkan bahwa pihaknya sedang melakukan penelusuran ke berbagai rumah sakit untuk mencari informasi mengenai Ansy De Vries yang diduga menjadi korban begal. Namun, setelah melakukan pengecekan, nama Ansy tidak ditemukan di sejumlah rumah sakit di sekitar Kebon Jeruk.
Verifikasi Informasi yang Beredar
Menurut Kombes Pol. Budi, tidak ada data pasien dengan nama yang disebutkan dalam informasi yang beredar di media sosial dalam satu bulan terakhir. Tim kepolisian masih dalam proses verifikasi lebih lanjut mengenai kebenaran informasi tersebut, mengingat tingkat kepanikan masyarakat yang meningkat akibat berita ini.
Tim juga melakukan pengecekan di Rumah Sakit Sumber Waras, yang disebut-sebut sebagai tempat Ansy dirawat. Namun, hasilnya menunjukkan bahwa tidak ada pasien yang dimaksud di rumah sakit tersebut.
Langkah-Langkah Selanjutnya dari Pihak Kepolisian
Meski tidak ada bukti yang mengonfirmasi keberadaan Ansy di rumah sakit, pihak kepolisian tetap berkomitmen untuk mendalami informasi mengenai aksi begal yang viral di media sosial. Kombes Pol. Budi menegaskan bahwa pihaknya akan terus menyelidiki hingga mendapatkan kejelasan mengenai insiden yang menimpa Ansy De Vries.
Masyarakat diharapkan tetap waspada, terutama saat berkendara di malam hari. Kejadian ini seharusnya menjadi pengingat akan pentingnya menjaga keamanan pribadi di jalanan yang rawan kejahatan.
Perhatian Masyarakat dan Dukungan untuk Ansy
Kondisi Ansy De Vries yang kritis menjadi perhatian tidak hanya bagi keluarganya, tetapi juga bagi para penggemar dan masyarakat umum. Banyak yang mengungkapkan rasa dukacita dan harapan agar Ansy segera pulih melalui berbagai platform media sosial. Ini menunjukkan betapa besarnya dukungan yang diberikan oleh masyarakat kepada artis yang menjadi korban kejahatan ini.
Dukungan ini tidak hanya datang dalam bentuk doa, tetapi juga berbagai inisiatif untuk meningkatkan kesadaran akan keamanan jalanan di Jakarta. Kampanye-kampanye tentang pentingnya menjaga diri dan melaporkan kejahatan di sekitar kita mulai bermunculan, menciptakan kesadaran kolektif untuk melawan aksi kriminalitas.
Komunitas Model dan Reaksi Terhadap Insiden
Insiden yang menimpa Ansy juga mengundang reaksi dari komunitas model dan artis di Indonesia. Mereka menyerukan agar pihak berwenang lebih memperhatikan keamanan para pekerja seni, terutama saat beraktivitas di luar ruangan. Para profesional di industri ini mengharapkan adanya langkah-langkah preventif yang dapat mencegah kejadian serupa di masa depan.
Perubahan kebijakan terkait keamanan publik pun menjadi topik hangat yang dibahas di berbagai forum. Banyak yang berharap bahwa kejadian ini bisa mendorong pihak berwenang untuk meningkatkan patroli keamanan di daerah-daerah yang rawan kejahatan.
Kesimpulan
Dengan maraknya aksi kejahatan di Jakarta Barat, insiden yang menimpa Ansy De Vries menjadi peringatan bagi kita semua untuk lebih berhati-hati saat beraktivitas di luar rumah, terutama pada malam hari. Dukungan masyarakat dan tindakan tegas dari pihak kepolisian sangat diperlukan untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi semua. Mari kita doakan agar Ansy segera pulih dan bisa kembali beraktivitas seperti sedia kala.






